Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mesin jam

Mesin jam

Jam adalah suatu alat penunjuk waktu yang dijalankan oleh mekanisme mesin didalamnya yang disebut mesin jam.

Mesin jam
gambar dari wikipedia.org

Mesin jam adalah susunan roda gigi untuk menggerakkan ketiga jarum jam.

Hal ini berlaku pada jam jenis analog, untuk jam digital penunjukan waktu ditampilkan tidak dengan jarum penunjuk melainkan dalam angka-angka.

Pada jam analog atau mekanis, sistem roda gigi pada mesin didalamnya digerakkan oleh sebuah motor listrik kecil yang sederhana.

Motor listrik tersebut dapat bekerja dengan hanya menggunakan satu magnet dan satu kumparan kawat.

Kumparan kawat terhubung dengan suatu rangkaian elektronik yang dilengkapi sebuah komponen kristal.

 

Cara Kerja Mesin Jam Tangan

Saat memiliki jam tangan mekanis, kita akan menemukan denominasi ‘Hz’ (hertz) atau ‘vph’ (getaran per jam) di antara daftar atribut mesin jam.

Mesin Jam Tangan
gambar dari tokopedia.com

Hertz adalah satuan internasional untuk menghitung frekuensi, sedangkan frekuesi adalah perhitungan mengenai seberapa banyak getaran dalam satu waktu.

Jumlah ‘Hz’ atau ‘vph’ mengacu pada frekuensi jam tangan, yang pada dasarnya memberitahu kita mengenai seberapa cepat pergerakan untuk berdetak.

 

Prinsip pendulum

Hal ini mirip dengan bagaimana pendulum jam bergoyang dari kiri ke kanan untuk mengontrol kecepatan.

Begitu pula, komponen dalam movement yang disebut balanced wheel melakukan tugas yang sama.

Kecuali, alih-alih berayun dari ujung ke ujung, ia berosilasi searah jarum jam dan kemudian berlawanan arah jarum jam.

Kecepatan saat balanced wheel berosilasi dan mengatur detak jam tangan disebut sebagai frekuensi.

 

Jam Dinding SEIKO Kayu Japan bandul pendulum QXC213B
Jam Dinding SEIKO Kayu Japan bandul pendulum QXC213B
gambar dari tokopedia.com

Balanced wheel ber-osilasi atau ‘bergetar’, pada jumlah waktu tetap per jam.

Ayunan balanced wheel dari titik awal dan ke belakang lagi dihitung sebagai satu osilasi.

Untuk lebih mendefinisikan ini, getaran dihitung sebagai setengah dari osilasi, jadi satu osilasi sama dengan dua getaran.

Saat kita melihat pergerakan dengan 28.800 vph, itu berarti balanced wheel-nya membuat 14.400 osilasi setiap jam.

Bisa dikatakan bahwa semakin besar angkanya, semakin cepat balanced wheel berosilasi.

 

Sebagian besar movement mekanis reguler berdetak pada 28.000 vph (atau 4Hz).

Namun, movement yang lebih canggih telah mendorong batas frekuensi tersebut.

Contohnya movement chronograph El Primero dari Zenith.

Zenith El Primero Chronomaster Open Heart Jam Pria
Zenith El Primero Chronomaster Open Heart Jam Pria
gambar dari tokopedia.com

Diperkenalkan pada tahun 1969, movement ini berdenyut pada frekuensi 36.000 vph.

Sejak itu, Zenith, bersama dengan beberapa merek lain, tanpa henti mengeksplorasi pergerakan frekuensi yang lebih tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat pergerakan pada 72.000 vph (Breguet Caliber 574DR) dan bahkan 360.000 vph (TAG Heuer Carrera MikroPendulum).

 Argumen dasarnya adalah bahwa pergerakan frekuensi yang lebih tinggi dapat memberikan akurasi yang lebih tepat.

Ini karena movement frekuensi tinggi ‘pulih’ lebih cepat jika terjadi sebuah guncangan pada jam tangan.

Selain itu, pada jam tangan chronograph, movement dengan frekuensi tinggi melakukan pengukuran waktu yang lebih akurat.

Dalam movement 28.800 vph, jarum penunjuk detik berdetak delapan kali per detik.

Dengan demikian, movement chronograph 28.800 vph dapat mencatat waktu kejadian hingga 1/8 detik terdekat.

Jadi, dalam movement  dengan 7.200.000 vph, jarum penunjuk detik berdetak jauh lebih cepat dan mampu mengukur waktu dengan lebih akurat – hingga 1 / 2.000 detik, tepatnya.

Meskipun sebagian besar benar bahwa pergerakan frekuensi tinggi cenderung lebih tepat, kecepatan bukanlah satu-satunya faktor penentu.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi ketepatan penunjuk waktu antara lain adalah efek gravitasi, gesekan antara komponen dan torsi.

Selain itu, pergerakan frekuensi tinggi juga rentan terhadap masalah seperti penipisan energi yang tinggi dan keausan yang cepat, yang menuntut servis yang lebih sering.

Movement dengan frekuensi tinggi sering kali menampilkan material dan metode konstruksi baru untuk melengkapi peningkatan frekuensi.

Dapat dikatakan bahwa stabilitas sebuah mesin jam, bukan kecepatan, adalah kunci untuk presisi yang optimal.


Apa itu Jam Tangan Mekanikal atau Automatic Movement?

Jam tangan sudah menjadi aksesoris wajib bagi sebagian orang.

Selain sebagai alat penunjuk waktu, jam tangan juga dijadikan bagian dari fashion.

Oleh karena itu, keindahan mesin jam pun dapat diapresiasi secara estetika.

Banyak model-model jam tangan yang memakai dial transparan (skeleton), sehingga terlihat jelas detail dan komponen mesinnya.

Biasanya dekorasi semacam itu ada pada mesin jam tangan mekanikal.

Jam Tangan Mekanikal
Jam Tangan Mekanikal
gambar dari kompas.com

Keahlian para watchmaker dalam merancang sebuah mesin mekanik yang akurat, presisi sekaligus indah ialah sebuah nilai tambah sendiri yang patut diapresiasi.

 

Mesin mekanik

Mesin mekanik adalah mesin jam yang semua pergerakan mesinnya menggunakan  daya dari pergerakan mekanik.

Pada mesin jam mekanikal,  tidak ada satu pun komponen elektronik di dalamnya.

Artinya tidak ada yang menggunakan aliran listrik seperti jam quartz.

Semua komponennya saling berhubungan secara mekanik.

Jam Tangan quartz
Jam Tangan quartz
gambar dari jamtangan.com

 

Jenis Mesin jam mekanik

Mesin jam mekanik ada tiga jenis, yaitu automatic winding, manual winding movement dan yang terakhir adalah mesin yang mempunyai kedua fitur tersebut.

  

Automatic Winding

Automatic winding adalah jam mekanikal yang mengisi daya secara otomatis lewat putaran rotor.

Rotor tersebut akan berputar jika jam dogoyangkan oleh si pengguna, putaran rotor akan membuat mainspring atau pegas menjadi kencang.

Mainspring akan mengendor dalam periode tertentu tergantung kemampuannya dalam menyimpan energi.

Ada pegas yang sanggup menyimpan energi selama 30 jam, 40 jam bahkan ada juga yang 10 hari.

Kemampuan mainspring menyimpan energi mekanik ini dinamakan power reserve.

 Jam mekanikal automatic jika tidak digoyangkan, rotor pun tidak akan bergoyang.

Sehingga, dalam periode tertentu power reserve akan habis dan jam akan mati.


cara kerja mesin jam mekanikal

Kembali ke cara kerja mesin jam mekanikal.

Rotor yang berputar akan mengencangkan pegas. Setelah pegas kencang, ia perlahan akan semakin mengendor.

Kendornya pegas ini melepaskan sebuah energi untuk menggerakan roda gerigi yang saling berhubungan.

Roda gerigi ini lah yang menggerakan jarum jam.

 Di dalam mesin jam mekanik, terdapat balance wheel atau roda penyeimbang.

Roda ini akan berayun ke dua arah yang akan memberikan energi pegas ke sebuah garpu yang bergerak naik turun.

Garpu ini dinamakan pallet fork yang mempunya dua mata.

 Kedua mata garpu ini akan bergantian mengerem escape wheel.

Alhasil, putaran escape wheel akan patah-patah (beat per second).

Jarum detik yang digerakan escape wheel jika dilihat secara teliti akan mempunyai beat per second.

Gerakan pallet fork dikontrol oleh sebuah balance spring, di balance spring ini terdapat sebuah jewels yang berfungsi sebagai jantung dari pergerakan pallet forks.

Jantung ini bisa diregulasi secara manual oleh teknisi jam, sehingga menghasilkan akurasi yang baik.

Hi Beat vs Low Beat

Beat per second juga bervariasi, terdapat low beat dan hi beat.

Pada jam hi beat, biasanya beat per hour adalah 28.800 bph.

Sedangkan pada low beat adalah 18.000 bph-21.600 bph.

 Makin banyak beat per jamnya, gerak patah-patah jarum detik akan semakin tidak terlihat.

Mana yang bagus antara hi beat dan low beat?

Semuanya tergantung selera. Karena kedua jenis kecepatan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Hi beat lebih akurat tapi lebih cepat aus, karena pergerakan mesinnya lebih cepat.

Sedangkan low beat tidak seakurat hi beat tetapi lebih lama ausnya, sebab pergerakan mesin lebih lambat

 

Manual Winding

Prinsip kerja manual winding sama saja dengan automatic winding.

Perbedaannya hanya pada sumber energi.

Jika automatic winding menggunakan putaran rotor untuk membuat mainspring menjadi kencang, jam mekanikal manual winding menggunakan putaran crown yang akan mengencangkan mainspring. Memutar crown ini harus secara manual.

Crown adalah bagian dari jam yang bias diputar, dan fungsi utamanya ialah untuk setting waktu jam tangan.

Pada manual winding, crown juga berfungsi sebagai alat untuk mengisi daya.

Biasanya crown yang terhubung ke roda winder melalui winding pinion, akan diputar oleh si pengguna sampai tidak bisa diputar lagi.

Artinya power jam tangan sudah penuh.

Terdapat jam yang mempunyai indicator power reserve juga untuk mengetahui penuh tidaknya power reserve.

Setelah power penuh, mainspring akan menggerakan gerigi yang berhubungan satu sama lain untuk menggerakan jarum jam.

Pada mesin manual winding juga ada mesin yang hi beat, ada juga yang low beat.

Intinya, perbedaan manual winding dan automatic ialah hanya pada sumber energi dan cara mengisi energinya saja.


Gabungan Automatic dan Manual Winding

Pada mesin ini,  terdapat rotor yang berputar jika jam bergoyang dan juga crown bisa diputar untuk mengisi power.

Jadi mesin jam jenis ini, mempunyai kedua fitur tersebut.

Biasanya mesin ini juga cukup digemari karena jika sedang malas memutar crown, cukup menggoyang-goyangkan jam saja agar rotor berputar dan power terisi.

Tetapi jika ingin merasakan sensai memutar crown untuk mengisi power jam, maka jam tangan dengan mesin jenis hybrid inilah pilihan tepat. 

Akurasi jam tangan mekanikal bervariasi.

Pada jam Swiss yang mempunyai standar COSC akan mempunyai akurasi yang tinggi sekitar +-6 detik per hari.

Biasanya makin mahal jam mekanik, komplikasi mesinnya akan semakin rumit dan akurasi per harinya akan semakin baik.

Tentu saja jam mekanikal yang ditambahkan fitur stopwatch atau chronograph, fitur dual time atau GMT, atau minute repeater akan lebih mahal daripada jam mekanik yang tidak ada fitur tambahan di mesinnya.


Jewels Pada Jam Mekanik

Dalam hal dekorasi dan keindahan pada mesin mekanik terdapat jewels.

Jewels di sini ialah sebuah pasak kecil yang dipasangkan pada bagian-bagian tertentu pada mesin jam mekanik.

Sering kali kita melihat spek jam tangan mekanik terdapat tulisan 17 jewels, 23 jewels dan seterusnya.

Itu adalah jumlah total jewels yang ada pada mesin mekanik jam tersebut.

Saat ini penggunaan jewels di mesin mekanik tidak harus berfungsi sebagai pasak atau penyeimbang kinerja komponen mesin.

Tetapi berfungsi juga sebagai dekorasi atau hiasan.

Jewels biasanya terbuat dari batu ruby dan mempunyai warna warna indah sehingga akan menambah keindahan sebuah mesin jam.

Jadi, jangan tertipu dengan banyaknya jewels disebuah jam mekanik, karena bisa jadi banyaknya jewels tersebut ialah sebagai dekorasi mesin belaka.


Penutup

Demikian artikel mengenai Mesin jam, jika ada pertanyaan atau saran untuk kami dapat disampaikan melalui kolom komentar.


Baca artikel lain :


                      Sumber referensi :

                      • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mesin_jam
                      • berbagai sumber yang tercantum di artikel ini


                      Posting Komentar untuk "Mesin jam"