Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Oli Motor

Oli Motor

Oli Motor berfungsi untuk mengoptimalkan kinerja mesin, oli juga berfungsi mengurangi gesekan, mendinginkan, dan mengendalikan kotoran yang berada di dalam mesin.

Oli Motor

Jadi fungsi oli pada sepeda motor sangatlah penting.

Dalam penggunaannya, oli perlu diganti secara rutin untuk menjaga kualitas dan memperpanjang umur mesin sepeda motor.

Berikut adalah tips-tips dalam memilih oli motor yang bagus, tahan panas, dan sesuai dengan sepeda motor.

Jenis Oli Motor

Berdasarkan jenis bahan pembuatnya, oli dibedakan menjadi tiga jenis sebagai berikut:

Oli mineral

Jenis oli ini terbuat dari minyak bumi yang diproses melalui penyulingan mineral tanpa tambahan zat aditif.

Oli jenis ini umumnya lebih tahan terhadap penguapan.

Namun kekentalannya mudah berubah karena tidak tahan terhadap cuaca ekstrim dan suhu tinggi.

Oli sintetis (synthetic)

Sedangkan jenis oli ini terbuat dari minyak bumi yang sudah diolah kembali sehingga didapatkan kekentalan yang stabil dengan tambahan zat aditif.

Jenis Oli yang ini umumnya lebih mudah menguap, tetapi lebih tahan terhadap cuaca ekstrim.

Oli semisintetis

Terbuat dari perpaduan antara oli mineral dan sistetis.

Oli semisintetis lebih cocok digunakan untuk motor keluaran terbaru dengan performa yang tinggi seperti motor sport.

Cara memilih Oli Motor

Berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan sebelum membeli oli motor.

Yang perlu diperhatikan adalah tingkat keenceran, kinerja mesin, hingga jenis sepeda motor.

Agar tidak salah memilih oli, simak cara memilih oli motor yang baik berikut ini:

kekentalan atau keencerannya (viskositas)

Perhatikan oli dengan SAE atau tingkat keenceran yang sesuai kondisi lingkungan.

Salah satu poin yang harus diperhatikan dalam memilih oli adalah tingkat kekentalan atau keencerannya (viskositas).

Kode keenceran pada oli disebut dengan kode SAE, kemudian diikuti dengan angka.

Skala tingkat keenceran pada oli ini dibuat oleh The Society of Automotive Engineering (SAE).

Kode ini dapat Sobat lihat di kemasan produk oli.

Secara teknis, viskositas adalah tingkat kekentalan.

Makin tinggi angka indeks viskositas, maka makin kental oli tersebut.

daerah bersuhu panas

Jika motor lebih banyak dipakai di daerah bersuhu panas, maka gunakan oli dengan tingkat keenceran rendah.

Oli yang bisa digunakan adalah yang ada label SAE 15W-40 sampai SAE 20W-40.

Oli dengan kode SAE 15W-40 berarti tingkat keenceran mencapai angka 40.

Selain itu, oli ini masih dapat digunakan pada kondisi suhu hingga -15oC.

Oli jenis ini cocok untuk motor yang berumur lima tahun ke bawah.

Oli ini cocok untuk motor yang jarak tempuhnya kurang dari 100.000 km.

daerah bersuhu dingin

Jika sepeda motor lebih banyak dipakai di daerah bersuhu dingin, gunakan oli dengan tingkat keenceran tinggi.

Oli dengan kode SAE 10W-30 sampai SAE 15W-50 sangat direkomendasikan untuk wilayah beriklim dingin.

Tingkat keenceran oli mencapai angka 30 pada oli berkode SAE 10W-30.

Ketahanan olinya bisa mencapai kondisi suhu hingga -10oC.

Oli jenis ini cocok untuk motor yang berumur lima tahun ke atas.

Oli ini juga cocok untuk sepeda motor yang jarak tempuhnya jauh, misal lebih dari 100.000 km.

oli dengan API tinggi

Gunakan oli dengan API tinggi jika kerja mesin motor lebih berat.

Untuk poin ini Sobat harus perhatikan baik-baik.

Kode API ini menjadi petunjuk spesifikasi oli yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute.

Selain itu, Kode API juga digunakan untuk mengukur kemampuan oli dalam menahan gesekan komponen mesin.

Setiap mesin berbahan bakan bensin dan diesel memiliki kode API yang berbeda.

Mesin yang menggunakan bensin memiliki API yang dimulai dengan huruf S.

Kita dapat memperhatikan huruf yang mengikuti kode S pada nilai API.

Sesuaikan juga dengan penggunaan sepeda motor, apakah motor digunakan untuk :

  • mobilitas tanpa beban,
  • mobilitas dengan beban berat, 
  • jarak tempuh yang jauh, 
  • atau keperluan balap.

Terdapat beberapa jenis kode API pada oli sepeda motor, yaitu SA, SB, SC, SD, dan SE.

A adalah abjad paling rendah, sedangkan Z adalah abjad paling tinggi.

Makin tinggi abjad yang mengikuti kode S, makin tinggi pula kemampuan oli menahan gesekan komponen mesin.

Jika motor digunakan untuk aktivitas sehari-hari, Sobat cukup menggunakan oli dengan kode API SA hingga SE.

Aktivitas yang padat tentunya membuat kerja mesin motor lebih berat.

Hal ini misalnya saat membawa sepeda motor untuk mudik atau membawa beban melebihi 110 kg.

Untuk penggunaan motor dengan aktivitas mesin yang berat seperti itu, gunakan kode API bertanda abjad besar.

jenis sepeda motor dan kopling

Sesuaikan oli dengan jenis sepeda motor dan jenis koplingnya.

Berdasarkan kopling, kendaraan bermotor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kopling basah dan kopling kering.

Untuk itu, kita perlu memperhatikan kode JASO yang terdapat pada kemasan oli motor.

JASO merupakan kualifikasi jenis oli motor berdasarkan uji pelumasan yang dilakukan dari Japanese Automotive Standart Organization.

Terdapat dua klasifikasi dari JASO, yaitu JASO MA dan JASO MB.

JASO MA

JASO MA untuk jenis sepeda motor kopling basah.

Secara sederhana kopling basah bisa diartikan kopling yang terendam oli.

Kelebihan kopling basah adalah tidak cepat aus, tetapi terkadang bisa menyebabkan slip.

Pada motor dengan jenis kopling basah, kualitas oli mesin menjadi sangat berpengaruh.

Di Indonesia, kopling ini banyak diaplikasikan pada sepeda motor jenis bebek dan motor sport.

Oli dengan kode JASO MA diperuntukkan khusus bagi pengguna motor dengan kopling basah atau kopling terendam oli.

Dengan menggunakan oli berkode JASO MA, kampas dan gigi yang terdapat pada pelat kopling tidak mudah terselip.

JASO MB

JASO MB, untuk jenis sepeda motor kopling kering.

Kopling kering tidak diselimuti oleh oli.

Kopling jenis ini biasanya digunakan untuk motor tipe skuter matik.

Tipe motor ini menggunakan transmisi otomatis saat perpindahan gigi.

Jika Sobat pengguna motor skuter matik, gunakan oli berkode JASO MB.

Hal ini karena mayoritas kopling motor skuter matik berjenis kering dan tidak terendam oli.

Oli hanya digunakan untuk melumasi mesin dengan kopling tipe kering.

Sementara itu, bagian pemindahan tenaga (kopling dan transmisi matik) tidak terlumasi oli.

Pertanyaan dan Jawaban mengenai Oli Motor

Kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli motor?

Untuk menjaga masa pakai dan kinerja mesin, rutin mengganti oli adalah kewajiban setiap pemilik kendaraan bermotor.

Aturan waktu penggantian oli motor disesuaikan dengan jenis kendaraan dan oli yang digunakan.

Semakin berat kinerja mesin motor, semakin cepat pula harus mengganti oli motor.

Ada juga yang menganjurkannya untuk mengganti oli setiap kali motor menempuh jarak 2.000 km.

jarak tempuh harian

Motor yang digunakan untuk kendaraan operasional ringan dengan jarak tempuh harian rata-rata 50 km.

Penggantian oli sebaiknya dilakukan setiap 3.000 km jarak tempuh sepeda motor.

Penggantian oli juga bisa dilakukan tiga bulan sekali jika jarak tempuh belum terpenuhi.

jarak tempuh lebih dari 100 km per hari

Motor yang digunakan untuk operasional berat dengan jarak tempuh rata-rata lebih dari 100 km per hari.

Untuk motor tersebut, lakukan penggantian oli pada 2.000 km jarak tempuh atau sebulan sekali.

hanya dipakai sesekali

Motor yang dipakai dan hanya sesekali dipanasi mesinnya.

Sobat bisa lakukan penggantian oli untuk motor tersebut dengan patokan bulan, yaitu setiap 6 bulan sekali.

Penutup

Demikian artikel dari ngadriyanto.com mengenai Oli Motor.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :

Sumber referensi :

  • berbagai sumber

Posting Komentar untuk "Oli Motor"