Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Kerja Oli Pada Mesin Mobil

Cara Kerja Oli Pada Mesin Mobil

Salah satu aspek penting pada perawatan kendaraan adalah penggantian oli mesin sesuai dengan interval waktu atau jumlah pemakaian dalam kilometer yang telah ditentukan.

Cara Kerja Oli Pada Mesin Mobil

Banyak teknisi perawatan kendaraan yang memberi informasi mengenai dampak negatif terhadap mesin mobil jika pengguna sering terlambat dalam mengganti oli mesin.

Pentingnya oli mesin

Mengapa oli sangat penting ? bagaimana oli mesin bekerja ?

Apa saja hal yang menyebabkan mesin membutuhkan Oli

Oli adalah zat yang bersifat melicinkan permukaan, oleh karena itu oli dipakai pada mesin agar bisa membantu melumasi komponen mesin.

Di dalam mesin itu sendiri terdiri dari ratusan mekanisme komponen.

Power output dari mesin berbentuk rotasi, untuk menghasilkan rotasi dari pembakaran bahan bakar diperlukan mekanisme yang sangat rumit.

Mekanisme ini melibatkan banyak komponen yang saling bergesekan satu sama lain.

Sebagai contoh ring piston dan silinder, kedua komponen ini akan selalu bergesekan.

Poros engkol juga memiliki banyak sekali komponen yang bergesekan.

Kebanyakan dari komponen mesin terbuat dari logam atau metal.

Jika metal bergesekan dengan metal lain maka akan menggores permukaan yang bergesekan.

Pada permukaan gesek yang tidak rata, hal ini akan menyebabkan gaya gesek besar (seperti ban dan jalan).

Jika gaya gesek besar, maka mesin komponen akan mengalami kesulitan atau terasa berat untuk bergerak.

Sehingga ini akan membuat mesin atau engine tidak bisa berjalan atau no running.

Cara Kerja Oli Mesin

Oli akan masuk ke celah komponen yang bergesekan sebagai pelapis komponen-komponen tersebut.

Contohnya gesekan antara ring piston dan silinder.

Lapisan oli tipis akan masuk ke celah antara ring piston dan silinder.

Sehingga ring piston dan silinder tidak bergesekan secara langsung, namun dilapisi oleh oli.

Hal serupa terjadi pada semua bagian mesin yang bergesekan.

Hasilnya, permukaan yang bergesekan tetap licin sehingga gaya gesek-nya menjadi kecil.

Hal ini membuat gerakan komponen mesin menjadi ringan, sehingga mesin bisa bergerak atau run hingga mencapai RPM tinggi.

Siklus Oli Mesin

Kebanyakan mesin memiliki konfigurasi inline dengan posisi piston berdiri.

Sementara oli akan terkena efek gravitasi, sehingga oli akan berkumpul pada titik terbawah mesin.

Itulah sebabnya, agar oli dapat melakukan tugasnya dengan maksimal ada beberapa komponen tambahan.

Oli baru masuk melalui kepala silinder

Ketika pertama kali oli diisi kedalam mesin, maka aliran nya akan melalui oil cap yang terletak pada kepala silinder.

Karena efek gravitasi, maka oli akan turun dan berkumpul pada komponen yang dipanggil oil pan.

Ini adalah semacam bak yang berfungsi menampung oli.

Oli dipompa ke seluruh bagian mesin

Didalam oil pan, terdapat oil pump.

Saat oli telah memasuki mesin, oli akan merendam oil pump didalam oil pan.

Oil pump terhubung dengan poros engkol, sehingga ketika mesin dinyalakan (engine start) maka oil pump akan mulai beroperasi.

Oli akan dipompa ke jalur oli yang sudah dibuat oleh engineer didalam blok silinder.

Jadi melalui jalur oli, oli akan didistribusikan ke beberapa bagian termasuk kepala silinder.

Sehingga komponen yang ada didalam kepala silinder juga terlumasi dengan baik.

Oli melewati filter

Sebelum masuk ke jalur oli, biasanya oli akan dilewatkan pada filter oli.

Ini adalah komponen untuk menyaring partikel padat yang terbawa oli.

Tujuannya agar oli yang terpompa tidak mengandung kotoran yang dapat menyumbat jalur oli dan menyebabkan goresan ketika masuk ke celah komponen.

Oli kembali ke oil pan

Setelah melumasi komponen, oli akan terkena efek gravitasi sehingga bergerak kembali ke oil pan.

Saat oli kembali, warna oli mulai berubah karena oli sudah terkontaminasi oleh panas dan deposit pembakaran.

Tapi itu bukan masalah karena oli masih bisa melakukan fungsinya dengan baik.

Jadi didalam mesin, oli akan berputar dari oil pan ke seluruh bagian mesin dan kembali ke oil pan.

Fungsi lain dari Oli

Selain sebagai pelumas, oli yang diproduksi sekarang juga memiliki fungsi lain antara lain :

Sebagai cairan anti korosi

Korosi adalah kerusakan atau kehancuran material akibat adanya reaksi kimia di sekitar lingkungannya.

Pada umumnya, korosi merupakan hal yang sangat mungkin terjadi pada komponen yang terbuat dari logam termasuk komponen mesin.

Oli memiliki kemampuan untuk mempu melekat lebih lama pada komponen mesin, sehingga itu bisa terhindar dari oksidasi.

Sebagai detergent

Ketika oli sudah bersirkulasi, maka warna oli akan mulai berubah hitam.

Hal ini karena oli bersifat membilas komponen mesin (detergent).

Jadi ketika ada sesuatu yang melekat pada komponen mesin, maka akan dibilas oleh oli sehingga warna oli berubah namun komponen mesin dapat tetap dalam kondisi bersih.

Sebagai heat transfer

Saat kita menghidupkan mesin dipagi hari, oli berperan untuk mendistribusikan panas.

Awalnya panas akan terkonsentrasi pada kepala silinder, lalu panas itu merambat ke oli dan karena oli bersirkulasi, maka panasnya juga ikut bersirkulasi.

Penutup

Demikian artikel dari ngadriyanto.com mengenai Cara Kerja Oli Pada Mesin Mobil.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :

Sumber referensi :

  • berbagai sumber

Posting Komentar untuk "Cara Kerja Oli Pada Mesin Mobil"