Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mesin bor terowongan

Mesin bor terowongan

Mesin bor terowongan atau TBM (Tunnel boring machine) adalah mesin yang digunakan untuk menggali terowongan dengan penampang bundar melalui berbagai lapisan tanah dan batuan.

TBM (Tunnel boring machine)
gambar dari wikipedia.org

Perangkat ini juga dapat digunakan untuk microtunneling, yaitu suatu proses membangun sebuah terowongan kecil menggunakan mesin bor.

Diameter terowongan dapat berkisar dari satu meter (3,3 kaki) (dilakukan dengan mikro-TBM) hingga 17,6 meter (58 kaki) hingga saat ini.

Terowongan dengan diameter kurang dari satu meter atau lebih biasanya dilakukan dengan menggunakan metode konstruksi tanpa parit atau pengeboran arah horizontal daripada TBM.

Mesin bor terowongan digunakan sebagai alternatif untuk metode pengeboran dan peledakan (D&B) di batu dan "penambangan tangan" konvensional di tanah.

TBM memiliki keuntungan membatasi gangguan pada tanah di sekitarnya dan menghasilkan dinding terowongan yang halus.

Ini secara signifikan mengurangi biaya melapisi terowongan, dan membuatnya cocok untuk digunakan di daerah perkotaan.

TBM (Tunnel boring machine)
gambar dari youtube.com

Kerugian utama adalah biaya dimuka. TBM mahal untuk dibangun, dan bisa jadi sulit untuk diangkut.

Semakin lama terowongan, semakin sedikit biaya relatif mesin bor terowongan dibandingkan metode bor dan ledakan.

Ini karena tunneling dengan TBM jauh lebih efisien dan menghasilkan waktu penyelesaian yang lebih pendek, dengan asumsi mereka beroperasi dengan sukses.

Pengeboran dan Peledakan tetap merupakan metode yang disukai ketika bekerja melalui lapisan batuan yang sangat retak dan dicukur.


Aplikasi di Indonesia

Mesin Bor Terowongan 1 Fase 2A MRT Jakarta Tiba di Jakarta

Dikutip dari jakartamrt.co.id, pada tahun 2010 mesin bor terowongan (tunnel boring machine) pertama untuk fase 2A MRT Jakarta tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Mesin Bor Terowongan 1 Fase 2A MRT Jakarta
gambar dari jakartamrt.co.id

Mesin ini diangkut dari Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia dalam waktu tiga minggu.

Perangkat tersebut difabrikasi di salah satu pabrik multinasional Jepang, Kawasaki Heavy Industries, Ltd di Hangzhou dan Wuhu, Republik Rakyat Tiongkok.

TBM pertama tersebut akan memulai pengeboran dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Thamrin lalu bermanuver u-turn di dalam stasiun dan selanjutnya membuat terowongan menuju Stasiun Bundaran HI.

Setelah itu akan diangkut ke Stasiun Monas dan membuat terowongan ke arah Stasiun Harmoni. 

TBM pertama ini datang dalam 48 bagian yang nantinya akan dirakit di lokasi pengeboran.

Selanjutnya, akan dipersiapkan ke tahap persiapan peluncuran (launching) dan penggalian terowongan yang rencananya akan dimulai pada Januari 2022.

Lalu, akan diangkut ke Stasiun Bundaran HI pada akhir November 2021. Mesin ini akan membuat terowongan dari Stasiun Bundaran HI menuju Harmoni.

Mesin bor ini menggunakan tipe earth pressure balance dengan diameter mesin (machine diameter) 6.800 mm dengan shield length 8.500 mm dan segment diameter 6.650 mm (outer) dan 6.050 mm (inner).

Penggunaan tipe tersebut berdasarkan hasil kajian terhadap kondisi tanah di sepanjang jalur fase 2A yang didominasi oleh alluvial clay dengan beberapa lapisan diluvial clay dan diluvial sand.

Mesin penggali berdiameter sekitar enam meter tersebut telah sesuai dengan pedoman Japan International Cooperation Agency (JICA) Guideline dan dibuat dengan kualitas dan pengawasan produksi sesuai standar Jepang. 

Pembangunan terowongan MRT Jakarta fase 2A akan menggunakan dua unit TBM.

TBM kedua akan mengebor dari Stasiun Monas menuju Stasiun Thamrin lalu bermanuver u-turn dan membuat terowongan kembali ke Stasiun Monas hingga Stasiun Harmoni.

Selama penggalian terowongan, pemasangan ring segmen juga akan dilakukan dengan rata-rata lima ring per hari.

Satu ring tersebut tersusun dari enam segmen dengan lebar 1,5 meter sehingga mesin bor dapat membangun terowongan sepanjang 7,5 meter per hari.

Segmen-segmen beton tersebut diproduksi di pabrik WIKA KOBE, Karawang.

Tanah hasil penggalian akan dicampur dengan polymer dan dipompa menggunakan soil pump dari chamber TBM ke muck pit di permukaan tanah (ground level) lalu diangkut dengan truk ke tempat pembuangan tanah.

Lokasi pembuangan tanah hasil galian berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara, dan TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

Pekerjaan pengeboran akan membutuhkan waktu sekitar 17 bulan untuk kedua TBM tersebut.

Fase 2A akan menghubungkan antara Bundaran HI dan Kota sepanjang sekitar enam kilometer.

Rencananya akan dibangun tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Mangga Besar, Sawah Besar, Glodok, dan Kota.

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan untuk operasional Fase 2A segmen Bundaran HI—Monas pada Maret 2025 dan Monas—Kota pada Agustus 2027.


Peluncuran Mesin Bor Terowongan Fase 2A MRT Jakarta

Dikutip dari jakartamrt.co.id, pada tahun 2022, Presiden Joko Widodo meletakkan potongan puzzle berbentuk mata bor mesin bor terowongan di atas podium.

Peluncuran Mesin Bor Terowongan Fase 2A MRT Jakarta
gambar dari jakartamrt.co.id

Peletakan tersebut menandai resminya peluncuran mesin bor terowongan 1 (TBM-1) fase 2A yang akan membangun terowongan yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Stasiun thamrin.

Peresmian dilakukan di area awal pengeboran di sisi utara Stasiun Bundaran HI yang terletak di kedalaman 18 meter dari permukaan tanah pada Kamis (24-2-2022).

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan agar upaya menyediakan sistem transportasi terintegrasi terus digalakkan.

“Penyediaan trasnportasi yang modern, nyaman, dan terintegrasi harus terus dilanjutkan, khususnya untuk DKI Jakarta. Kita tahu, pada 2019, MRT Jakarta telah selesai dibangun dan sudah beroperasi untuk fase 1 dari Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI,” ujar Presiden Joko Widodo.

“Dan, pada hari ini, kita memulai dari Bundaran HI menuju Kota. Ada tujuh stasiun yang akan dilewati, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Kita harapkan dengan telah dilanjutkannya fase 2A, kita dapat teruskan ke fase 2B dari Kota ke Ancol Barat,” tambahnya.

Presiden Joko Widodo juga mengharapkan agar studi kelayakan untuk jalur Timur—Barat agar segera diselesaikan dan dieksekusi, begitu juga koridor Fatmawati—Taman Mini Indonesia Indah sehingga DKI Jakarta memiliki MRT, LRT, dan Transjakarta yang terintegrasi dengan semua moda yang ada.

“Ini merupakan pelayanan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat agar yang ingin dari satu tempat ke tempat lain bisa memanfaatkan transportasi publik yang ada,” pungkasnya.

“Peluncuran mesin bor terowongan yang dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo menandai secara resminya pembangunan terowongan fase 2A.

TBM ini merupakan mesin bor pertama dari dua mesin bor yang rencananya akan digunakan untuk membangun jalur Bundaran HI hingga Kota,” jelas William Sabandar.

“Rencananya, TBM-1 ini akan mulai menggali selama empat bulan, Februari—Juni 2022, untuk terowongan Bundaran HI—Stasiun Thamrin lalu mulai lagi pada Agustus hingga November 2022 dari Stasiun Thamrin ke Bundaran HI,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa TBM-1 yang digunakan merupakan mesin bor tipe earth pressure balance dengan diameter luar sekitar 6,8 meter dan panjang 8,5 meter.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar.

Mesin bor terowongan-1 ini nantinya akan membuat terowongan dari Stasiun Bundaran HI ke Stasiun Thamrin lalu bermanuver u-turn menggali ke arah Stasiun Bundaran HI.

Dari Stasiun Bundaran HI, mesin bor tersebut dibawa ke Stasiun Monas dan membuat terowongan dari Stasiun Monas menuju Stasiun Harmoni.


Penutup

Demikian artikel mengenai Mesin bor terowongan, jika ada pertanyaan atau saran untuk kami dapat disampaikan melalui kolom komentar.


Baca artikel lain :


                      Sumber referensi :

                      • wikipedia.org
                      • jakartamrt.co.id
                      • berbagai sumber yang tercantum di artikel ini


                      Posting Komentar untuk "Mesin bor terowongan"